
Mengelola Faceted Navigation agar Website Tetap Rapi dan Mudah Dijelajahi
Website dengan banyak produk atau kategori biasanya menyediakan fitur filter untuk membantu pengunjung menemukan pilihan yang sesuai. Pengunjung bisa menyaring produk berdasarkan harga, ukuran, warna, merek, kategori, atau karakteristik lainnya. Sistem penyaringan tersebut dikenal sebagai faceted navigation.
Fitur ini memberikan manfaat besar bagi pengguna. Namun, pengelolaan faceted navigation membutuhkan perhatian khusus dari sisi SEO. Kombinasi filter yang terlalu banyak bisa menghasilkan banyak URL dengan isi yang sangat mirip. Jika tidak mengaturnya dengan baik, kondisi tersebut bisa membuat struktur website menjadi lebih rumit bagi mesin pencari.
Pahami Cara Kerja Faceted Navigation
Faceted navigation memungkinkan pengunjung menyaring daftar halaman berdasarkan atribut tertentu. Misalnya, toko online menyediakan filter kategori, warna, ukuran, dan harga.
Ketika pengguna memilih beberapa filter, website bisa menghasilkan URL baru untuk menampilkan hasil yang sesuai. Semakin banyak kombinasi filter yang tersedia, semakin banyak pula URL yang mungkin muncul.
Karena itu, pemilik website perlu memahami hubungan antara filter, URL, halaman hasil filter, dan konten sebelum menentukan pengaturan SEO.
Tentukan Filter yang Benar-Benar Berguna
Tidak semua filter harus memiliki halaman yang bisa muncul dalam pencarian Google. Beberapa filter hanya membantu pengguna menemukan produk dengan lebih cepat.
Oleh sebab itu, tentukan filter mana yang memiliki nilai pencarian dan mana yang hanya berfungsi untuk navigasi internal. Filter yang tidak memberikan manfaat SEO tidak perlu mendapatkan perlakuan yang sama seperti halaman utama.
Dengan pembagian tersebut, pengelolaan website menjadi lebih sederhana. Selain itu, mesin pencari juga tidak perlu menghabiskan banyak sumber daya untuk menjelajahi kombinasi URL yang tidak penting.
Perhatikan Struktur URL
Setiap kombinasi filter bisa menghasilkan pola URL yang berbeda. Jika website menghasilkan URL tanpa batas, jumlah halaman yang harus dikelola juga bisa bertambah dengan cepat.
Karena itu, buat struktur URL yang konsisten dan mudah dipahami. Hindari parameter yang tidak diperlukan atau kombinasi filter yang tidak memberikan informasi tambahan bagi pengguna.
Kemudian, periksa beberapa contoh URL hasil filter untuk memastikan sistem tidak membuat halaman yang tidak relevan secara otomatis.
Gunakan Canonical secara Tepat
Canonical membantu memberi sinyal mengenai URL utama ketika beberapa halaman memiliki konten yang serupa. Dalam faceted navigation, pengelola website perlu menentukan kapan canonical memang relevan.
Misalnya, dua URL memiliki hasil produk yang hampir sama dan tidak memberikan nilai pencarian yang berbeda. Kondisi seperti ini membutuhkan perhatian agar mesin pencari tidak menganggap setiap kombinasi sebagai halaman utama yang berbeda.
Namun, jangan memasang canonical secara sembarangan. Pastikan URL canonical memang mewakili konten halaman dan bisa diakses dengan baik.
Kendalikan Crawling pada URL yang Tidak Penting
Faceted navigation bisa menciptakan jumlah URL yang sangat besar. Jika Googlebot menjelajahi terlalu banyak kombinasi filter yang tidak memiliki nilai, website bisa menghabiskan sumber daya crawling untuk halaman yang kurang penting.
Karena itu, pengelola website perlu memahami URL mana yang layak dijelajahi dan mana yang tidak. Gunakan pendekatan teknis yang sesuai dengan kondisi website, terutama ketika jumlah kombinasi filter sudah sangat besar.
Selanjutnya, pantau pola crawling agar pengelola bisa mengetahui apakah Google terlalu sering mengunjungi URL hasil filter tertentu.
Hindari Membuat Halaman Tipis
Beberapa kombinasi filter mungkin hanya menghasilkan sedikit produk atau informasi yang sangat terbatas. Jika website membuat setiap kombinasi menjadi halaman yang terbuka untuk mesin pencari, jumlah halaman tipis bisa meningkat.
Sebelum membuka halaman filter untuk pencarian, tanyakan apakah halaman tersebut memberikan informasi yang cukup dan memiliki tujuan yang jelas.
Jika jawabannya tidak, lebih baik fokuskan struktur website pada halaman yang benar-benar memberikan nilai bagi pengguna.
Bedakan Filter dan Halaman Kategori
Filter dan kategori memiliki fungsi yang berbeda. Kategori biasanya membantu pengguna memahami kelompok produk atau topik utama, sedangkan filter mempersempit pilihan berdasarkan atribut tertentu.
Karena itu, jangan membuat struktur kategori hanya berdasarkan semua kombinasi filter. Pilih kategori utama yang memang mewakili struktur bisnis atau informasi website.
Dengan cara ini, navigasi menjadi lebih mudah dipahami dan hubungan antarhalaman tetap jelas.
Periksa Internal Link
Internal link membantu Google menemukan halaman penting dalam website. Namun, faceted navigation juga bisa menciptakan banyak tautan menuju kombinasi filter yang kurang penting.
Oleh sebab itu, perhatikan tautan yang muncul dari menu, filter, kategori, dan halaman produk. Pastikan website memberikan penekanan lebih besar pada halaman yang memiliki nilai utama.
Selain itu, buat hubungan antarhalaman secara logis agar pengunjung bisa berpindah dari kategori menuju produk atau informasi yang lebih spesifik.
Pantau Indexing Secara Berkala
Setelah mengatur faceted navigation, jangan berhenti pada tahap implementasi. Periksa halaman yang masuk indeks dan lihat apakah Google menemukan URL yang tidak diinginkan.
Google Search Console bisa membantu pengelola memahami bagaimana Google melihat halaman website. Gunakan data tersebut bersama pemeriksaan URL untuk menemukan pola yang perlu diperbaiki.
Kemudian, evaluasi kembali pengaturan ketika website menambah kategori, produk, atau jenis filter baru.
Kesimpulan
Pengelolaan faceted navigation membantu website dengan banyak kategori atau produk tetap mudah digunakan sekaligus menjaga struktur SEO tetap terarah. Pengelola perlu memahami fungsi setiap filter, mengatur struktur URL, memperhatikan canonical, mengendalikan crawling, serta membedakan halaman kategori dari halaman hasil filter.
Selain itu, pemeriksaan internal link dan indexing secara berkala bisa membantu menemukan masalah sebelum jumlah URL berkembang terlalu besar. Jika website membutuhkan pengelolaan struktur SEO yang lebih terarah, jasa seo website dapat menjadi salah satu bagian dari strategi optimasi.

Rahma Yani adalah seorang pelajar yang memiliki minat di bidang SEO dan digital marketing serta aktif mempelajari strategi optimasi untuk meningkatkan visibilitas website di mesin pencari.
