
Perbaikan CLS pada Website agar Tampilan Lebih Stabil dan Nyaman
Pernah membuka sebuah website, lalu tiba-tiba tombol atau teks berpindah posisi saat halaman masih memuat? Kondisi ini dapat membuat pengunjung salah mengeklik menu atau kehilangan bagian informasi yang sedang dibaca. Masalah tersebut berkaitan dengan Cumulative Layout Shift (CLS), salah satu metrik dalam Core Web Vitals yang menilai kestabilan tampilan halaman.
Perbaikan CLS pada website membantu pengelola menjaga posisi elemen agar tidak berubah secara tiba-tiba. Langkah ini tidak hanya mendukung kenyamanan pengunjung, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas teknis website. Untuk menemukan solusi yang tepat, pengelola perlu memahami penyebab pergeseran tampilan dan cara mengatasinya.
Mengenal CLS dan Dampaknya terhadap Pengunjung
Pergeseran dapat terjadi ketika gambar muncul tanpa ruang yang sudah disiapkan, iklan mengambil tempat secara mendadak, atau font baru mengubah susunan teks. Pengelola website dapat memeriksa nilai tersebut melalui PageSpeed Insights atau laporan Core Web Vitals di Google Search Console.
CLS yang tinggi dapat mengganggu aktivitas pengunjung. Sebagai contoh, seseorang ingin mengeklik tombol pembelian, tetapi tombol tersebut bergeser karena banner baru muncul. Pengalaman seperti ini membuat penggunaan website terasa kurang nyaman. Karena itu, pengelola perlu mencari penyebab pergeseran, bukan sekadar mengejar skor yang lebih baik.
Penyebab CLS pada Website
Gambar dan video tanpa ukuran yang jelas
Browser perlu mengetahui ruang yang harus disediakan untuk gambar dan video sebelum file tersebut selesai dimuat. Jika pengelola tidak menentukan dimensinya, browser mungkin menampilkan konten terlebih dahulu lalu menggeser elemen lain ketika media muncul.
Pengelola dapat mengatasi masalah ini dengan menentukan atribut width dan height pada gambar. Untuk video atau konten responsif, gunakan rasio aspek yang sesuai agar browser bisa menyediakan ruang sejak awal.
Iklan dan elemen dinamis
Jika elemen tersebut mendorong konten lain ke bawah, halaman akan mengalami pergeseran. Pengelola sebaiknya menyediakan ruang khusus untuk elemen yang muncul secara dinamis. Jika ukuran iklan bervariasi, tentukan area yang sesuai dengan format iklan yang paling umum digunakan.
Perubahan font dan tata letak teks
Website dapat mengalami pergeseran ketika browser mengganti font sementara dengan font utama yang baru selesai dimuat. Untuk mengurangi risiko ini, pilih font dengan karakteristik yang sesuai, optimalkan pemuatan font, dan pertimbangkan penggunaan font cadangan yang memiliki ukuran serupa.
Langkah Perbaikan CLS pada Website
Atur dimensi media sejak awal
Mulailah dengan memeriksa gambar, video, dan elemen visual lainnya. Pastikan setiap media memiliki ukuran atau rasio aspek yang jelas. Untuk gambar responsif, pengelola tetap dapat menyesuaikan tampilannya dengan lebar layar tanpa menghilangkan ruang yang sudah disediakan browser.
Periksa juga gambar utama, banner, serta gambar produk karena elemen tersebut sering muncul di area penting halaman.
Sediakan ruang untuk konten dinamis
Tentukan area khusus untuk iklan, notifikasi, dan elemen yang muncul setelah halaman dimuat. Dengan cara ini, konten utama tidak perlu berpindah ketika elemen tambahan muncul.
Jika website menampilkan pemberitahuan, pengelola dapat menggunakan lapisan yang tidak mendorong konten utama, selama desain dan aksesibilitasnya tetap mendukung kebutuhan pengguna.
Optimalkan pemuatan font
Gunakan file font yang diperlukan saja agar browser tidak perlu mengunduh terlalu banyak sumber daya. Pengelola juga dapat menerapkan strategi pemuatan font yang sesuai, seperti font-display, untuk mengatur bagaimana teks tampil selama browser memuat font utama.
Setelah perubahan diterapkan, periksa kembali tampilan teks pada berbagai ukuran layar. Cara ini membantu memastikan bahwa optimasi font tidak menimbulkan masalah visual baru.
Evaluasi perubahan melalui alat pengujian
Pengelola dapat memeriksa laporan Google Search Console untuk menemukan kelompok URL yang mengalami masalah serupa. Setelah itu, lakukan pengujian ulang dan pastikan perubahan benar-benar mengurangi pergeseran tampilan.
Hubungan CLS dengan SEO
CLS termasuk dalam Core Web Vitals yang digunakan Google sebagai bagian dari evaluasi pengalaman halaman. Namun, nilai CLS yang baik tidak menjamin website langsung menempati posisi teratas di hasil pencarian. Google tetap mempertimbangkan relevansi, kualitas konten, dan faktor lainnya.
Meski demikian, tampilan yang stabil membantu pengunjung membaca informasi dan menggunakan fitur website tanpa gangguan. Pengelola sebaiknya menggabungkan perbaikan CLS dengan optimasi kecepatan, responsivitas, navigasi, serta kualitas konten agar website memberikan pengalaman yang lebih menyeluruh.
Kesimpulan
Pengelola kemudian dapat menyediakan ruang untuk setiap elemen, mengoptimalkan pemuatan media, serta mengevaluasi hasil melalui alat pengujian. Lakukan pemeriksaan secara berkala agar perubahan desain atau penambahan fitur tidak memunculkan masalah baru.
Jika membutuhkan bantuan untuk mengevaluasi performa teknis dan menyusun prioritas optimasi, Anda dapat mempertimbangkan jasa seo profesional sesuai kebutuhan website. Dengan pendekatan yang terukur, pengelola dapat meningkatkan kestabilan tampilan sekaligus menjaga kenyamanan pengunjung.

Rahma Yani adalah seorang pelajar yang memiliki minat di bidang SEO dan digital marketing serta aktif mempelajari strategi optimasi untuk meningkatkan visibilitas website di mesin pencari.
