
Proses Membuat Bakso Modern
Bakso merupakan makanan yang terbuat dari daging sapi yang dihaluskan, kemudian dibentuk bulat dan disajikan dengan kuah kaldu sapi yang gurih. Hidangan ini biasanya dilengkapi dengan mie ayam atau bihun sebagai pelengkap.
Bakso dapat dikatakan sebagai salah satu makanan favorit sepanjang masa karena digemari oleh berbagai kalangan. Popularitasnya hampir setara dengan mie ayam, bahkan keduanya sering dianggap sebagai pasangan yang serasi. Tak heran jika bakso dan mie ayam kerap disajikan bersama karena rasanya yang saling melengkapi dan cocok dinikmati kapan saja.
Jenis-Jenis Bakso
Bakso memiliki beragam jenis yang dibuat dari berbagai bahan, seperti bakso ikan, bakso ayam, bakso tahu, bakso sayur, bakso udang, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, bakso dapat dikategorikan sebagai makanan utama sekaligus bahan pelengkap yang mudah dipadukan dengan berbagai hidangan.
Sifat bakso yang fleksibel menjadi nilai tambah tersendiri dalam dunia kuliner. Bakso sangat ideal untuk dikombinasikan dengan berbagai menu, baik makanan kering maupun berkuah. Tidak mengherankan jika bakso sering dijumpai sebagai pelengkap di berbagai jenis sajian.
Seiring perkembangan zaman, proses pengolahan dan penyajian bakso pun mengalami banyak perubahan. Saat ini, banyak produsen bakso yang mampu menciptakan variasi bakso dengan bahan baku yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Kehadiran mesin bakso modern turut memberikan keuntungan besar bagi para pelaku usaha. Dengan menggunakan mesin cetak bakso otomatis, produsen dapat menghasilkan ratusan butir bakso dalam waktu yang sangat singkat.
Kemajuan teknologi inilah yang mendorong semakin banyak orang tertarik untuk membuka usaha bakso sendiri. Potensi bisnis warung bakso maupun produksi bakso pentol skala UKM dinilai sangat menjanjikan dari segi keuntungan.
Tertarik untuk mendirikan dan merintis usaha bakso dengan merek sendiri? Hal tersebut tentu sangat memungkinkan, asalkan Anda memahami dengan baik seluk-beluk bisnis bakso. Mulai dari teknik pembuatan bakso pentol, bakso urat, hingga bakso telur, serta cara meracik kuah bakso yang lezat dan berkualitas.
Bahan-Bahan Membuat Bakso Sapi
- ½ kg daging sapi segar
- 100 gram tepung tapioka (dapat diganti dengan tepung kanji)
- 1 sendok teh garam
- ½ sendok teh lada putih bubuk
- 1 sendok makan bawang putih, haluskan
- 2 sendok makan bawang merah, haluskan
- 40 gram es batu
- ½ bungkus jeli atau agar-agar tanpa rasa
- 2.000 ml air
Cara Membuat Bakso Daging Sapi
- Masukkan daging sapi, tepung tapioka, es batu, bawang putih, bawang merah, lada, dan garam ke dalam food processor. Jika tidak tersedia, Anda dapat menggunakan blender. Giling semua bahan hingga adonan menjadi halus dan tercampur merata.
- Rebus 2.000 ml air dalam panci besar hingga mendidih.
- Ambil sedikit adonan, letakkan di telapak tangan, lalu genggam hingga adonan keluar di antara ibu jari dan jari telunjuk. Gunakan sendok untuk mengambil adonan yang keluar, kemudian masukkan ke dalam air panas. Lakukan proses ini hingga adonan habis.
- Masak bakso hingga mengapung, kemudian angkat dan tiriskan.
Nah, bagaimana? Cukup mudah dan sederhana, bukan, resep cara membuat bakso di atas? Anda perlu menggunakan berbagai mesin bakso modern yang harganya tidak mencapai belasan juta rupiah. Yang terpenting adalah terus berlatih serta mengembangkan teknik dan resep pencetakan bakso yang tepat agar hasil yang diperoleh maksimal dan teksturnya kenyal.
Berbicara mengenai tingkat kekenyalan, mendapatkan hasil sesuai keinginan memang bukan hal yang mudah. Setiap takaran bahan harus diperhatikan dengan teliti, terutama pada proses pencampuran adonan. Kesalahan kecil pada komposisi dapat memengaruhi hasil akhir bakso.
Namun, Anda tidak perlu khawatir. Saat ini sudah banyak tersedia bahan pengenyal bakso alami yang dapat ditemukan di swalayan maupun toko bahan sembako. Yang perlu diperhatikan adalah kandungan dari bahan pengenyal tersebut.
Sebaiknya pilih pengenyal bakso yang mengandung karagenan (ekstrak rumput laut). Selain itu, Anda juga dapat menggunakan bubuk jeli atau agar-agar tanpa rasa (plain) karena kandungannya dinilai lebih aman dan telah memenuhi standar food grade.
